Berlangganan Artikel !!!

Mengenal Komponen Aktif Elektronika

Komponen aktif adalah komponen-komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya memerlukan sumber arus listrik atau sumber tegangan tersendiri. Yang termasuk komponen aktif antara lain :
  • Transistor
  • Thyristor
  • Triac (Trioda AC Switch)
  • Tranducer
  • Dioda
  • IC (integrated circuit)
  • Tabung Vacum
Transistor 

Transistormemiliki dua jenis yaitu : Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.
Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub, sedangkan transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub.

Transistor bipolar umumnya terdiri dari 3 buah kaki yang masing-masing diberi nama: emitor, basis dan kolektor. Transistor bipolar memiliki jenis NPN dan PNP. Transistor bipolar dapat di ibaratkan dengan dua buah dioda. Gambar berikut adalah simbol dari Transistor bipolar.


Untuk mengetahui kaki-kaki transistor lebih mudah dengan melihat manual data book transistor. Dan
untuk mengetahui kaki-kaki transistor dengan menggunakan multitester silakan anda buka link berikut : Cara Menguji Transistor dengan AVO Meter.

Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET kanal P.


Berikut adalah gambar bentuk fisik dari Transistor ;


Thyristor

Thyristor adalah saklar elektronik. Thyristor disebut juga dengan SCR (Silicon Controlled Rectifier) yang banyak digunakan dalam peralatan elektronik. Thyristor akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif terhadap katoda. Pemberian tegangan ini akan menyulut thyristor, dan ketika tersulut thyristor akan tetap menghantar. SCR akan terputus jika arus yang melalui anoda ke katoda menjadi kecil atau gate pada SCR terhubung dengan ground.

Gambar diskrit dan simbol SCR ditunjukkan dengan gambar dibawah ini :


Gambar berikut adalah bentuk fisik dari Thyristor / SCR (Silicon Controlled Rectifier) :

Karakteristik Thyristor ditunjukkan pada gambar dibawah ini :


Pada gambar di atas memperlihatkan bahwa thyristor mempunyai 3 keadaan. Pada daerah pertama (I), terlihat bahwa thyristor berperilaku seperti dioda biasa, dimana keadaan ini, tidak ada arus yang mengalir sampai dicapainya tegangan reverse (Vr). Sedangkan pada daerah kedua (II), terlihat bahwa arus yang tetap tidak akan mengalir sampai dicapainya batas tegangan penyalaan (Vbo). Apabila tegangan mencapai tegangan penyalaan, maka tiba-tiba tegangan akan jatuh menjadi kecil dan ada arus yang mengalir. Pada saat ini thyristor akan mulai konduksi (menghantar) dan ini adalah merupakan daerah tiga (III). Arus yang terjadi pada thyristor yang dalam keadaan konduksi dapat disebut sebagai arus genggam (Ih = Holding Current), arus genggam (Ih) ini mempunyai orde mA. Untuk membuat thyristor kemballi OFF (tidak menghantar), dapat dilakukan dengan menurunkan arus thyristor tersebut sedikit dibawah arus genggam (Ih) nya dan thyristor tidak akan ON (menghantar) kembali sebelum diberi tegangan penyalaan (Vbo).

Triac (Trioda AC Switch)

TRIAC merupakan komponen thyristor dua arah yang sebenarnya terdiri dari dua buah SCR (Silicon Controlled Rectifier) yang gerbangnya digabungkan menjadi satu atau terhubung paralel, seperti
diperlihatkan pada Gambar berikut :



Bentuk fisik Triac mirip dengan SCR/ Thyristor. Berikut adalah bentuk fisik dari Triac :


Karakteristisk TRIAC hampir sama dengan karakteristik SCR besaran pembatas (arus, tegangan thermis, dll) maupun besaran arus tegangan (Ih) kecuali batas tegangan reverse yang tidak terdapat pada TRIAC. Seperti terlihat ada Gambar berikut :

TRIAC banyak digunakan sebagai saklar elektronik untuk tegangan dan arus bolak-balik. TRIAC mampu memblokir tegangan pada kedua arahnya dan mampu juga mengalirkan arus pada kedua arahnya.


Lihat gambar tabel diatas. Misalkan TRIAC bekerja pada kwadran I, maka arus akan mengalir dari T1 ke T2. TRIAC akan lebih baik dan sensitif bila dioperasikan pada kwadran I dan kwadran III, dengan pulsa dioperasikan pada kwadran I dan kwadran III, dengan pulsa trigger positif atau trigger negatif. Keadaan yang berbahaya bagi TRIAC adalah pada operasi beban induktif, sebab arus TRIAC akan nol tetapi VT1-T2 tidak sama dengan nol. Oleh karena itu rangkaian snubber juga diperlukan untuk membatasi dV/dt saat arus TRIAC sama dengan nol.

bersambung ke Mengenal Komponen Aktif Elektronika (bagian 2) .

Kirim Artikel ini ke Teman, Via :

Reactions:

Artikel Terkait :

DIEN-ELCOM - All Rights Reserved - Diberdayakan oleh Blogger