Berlangganan Artikel !!!

Prinsip Kerja Pesawat Penerima Televisi

Pada penjelasan artikel sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa Televisi adalah sebuah alat untuk melihat gambar dari jarak jauh. Silakan baca artikel sebelumnya dengan cermat Pengertian Tentang Sistem Penerima Televisi. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana sebuah pesawat penerima televisi dapat bekerja untuk memperlihatkan gambar dan suara yang dapat didengar.

Pesawat penerima televisi merupakan pesawat yang dapat memperlihatkan suatu obyek dari jarak yang jauh. Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima dari stasiun pemancar menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang dikirim/ditranmisikan.

Dari Stasiun Pemancar/Transmitter dipancarkan gelombang elektromagnetik berupa sinyal video dan audio yang sudah dimodulasi dengan sinyal carrier (pembawa) melalui media penghantar udara/kabel. Pesawat penerima televisi menerima sinyal video dan mengubahnya menjadi gambar dan suara.

Prinsip Kerja Pesawat Penerima Televisi

Prinsip Kerja Televisi Hitam Putih

Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Layar pada televisi hitam putih dilapisi dengan pospor putih. Dan berkas elektron akan mewarnai gambar pada layar, saat berkas elektron menumbuk pospor.

Rangkaian elektronik pada televisi jitam putih menggunakan kumparan magnetik untuk menggerakkan berkas elektron dalam suatu pola scan raster dan menuruni layar. Berkas elektron melintasi layar dari kiri ke kanan, dengan cepat melayang kembali ke sisi kiri, menuruni layar secara perlahan seperti ditunjukkan pada gambar.

Gambar Berkas garis TV Hitam Putih

Pada gambar diatas Garis biru (garis yang diwarnai berkas elektron pada layar dari kiri ke kanan), Garis merah (berkas sedang melayang kembali (fly back) ke kiri.

Pada saat berkas mencapai di dasar sisi sebelah kanan, akan bergerak kembali ke sudut kiri atas layar. Ketika lukisan berkas cahaya melayang kembali, tidak meninggalkan bekas pada layar. Istilah horizontal retrace digunakan sebagai acuan berkas yang bergerak kembali ke kiri pada setiap ujung garis, sedangkan vertical retrace sebagai acuan gerakan dari dasar ke puncak.

Berkas setiap garis yang diwarnai dari kiri ke kanan, intensitas berkas diubah dibuat dengan ketajaman yang berbeda dari hitam, abu-abu dan putih melintasi layar. Karena jarak garis satu sama lain sangat dekat, otak mengintegrasikannya ke dalam gambar.

Pada umumnya layar TV Hitam Putih mempunyai sekitar 480 garis yang tampak dari atas ke dasar.

Prinsip Kerja Televisi Berwarna

TV Warna harus kompatibel dengan TV monochrome (TV Hitam Putih), Hal ini maksudkan siaran TV warna harus bisa ditangkap pada penerima hitam putih, dan sebaliknya siaran TV warna harus dapat ditangkap penerima TV hitam putih.

Sinyal video dari kamera monochrome dinyatakan dengan gelap dan terang, aras kegelapan yang berbeda beda (grey-level). Sinyal video yang menyatakan gelap-terang ini disebut sebagai sinyal luminansi (Y). Sinyal video dilengkapi dengan sinyal pemadaman (blanking) dan sinkronisasi yang menghasilkan Sinyal video komposit (Ycomp).

Sinyal video komposit berupa memodulasi AM terhadap sinyal pembawa gambar (fp) dan sinyal audio memodulasi FM terhadap sinyal pembawa suara (fa). Spektrum bidang dasar (baseband) TV hitam putih mempunyai BW 6 MHz seperti yang digunakan di Indonesia dan Sebagian besar Eropa.

Spektrum sinyal video

Pada televisi berwarna Sinyal gambar sudah menempati sekitar 5 MHz, berbeda dengan sinyal audio Hifi yang bidang dasarnya hanya menempati sekitar 15 kHz. Jika untuk sinyal gambar digunakan modulasi FM, tentu bidang frekuensinya menjadi sangat lebar. Oleh karena itu digunakan modulasi AM, tanpa menggunakan DSB karena akan menyebabkan pemborosan frekuensi, yaitu sekitar 10 MHz. Sinyal gambar mengandung frekuensi yang sangat mendekati nol. Maka jika memakai SSB, kesulitan akan muncul dalam hal membuat pemotongan yang tajam didekat frekuensi nol. Digunakan AM VSB (Vestigial Side Band), yaitu dengan memancarkan USB dan sedikit LSB-nya. Untuk menghindari cross-talk dan agar suaranya HiFi, maka untuk suara digunakan modulasi FM dengan BW yang cukup (0,5 MHz).

Prinsip Kerja Televisi Digital

Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Perkembangan dari TV analog ke digital, mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

Sistem pemancar televisi digital di dunia saat ini menggunakan tiga standar, yaitu di Amerika menggunakan televisi digital (DTV), di Eropa menggunakan penyiaran video digital terestrial (DVB-T), dan di Jepang menggunakan layanan penyiaran digital terestrial terintegrasi (ISDB-T). Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV serta MPEG-1 untuk DVB-T.

Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-T lebih fleksibel. ISDB-T memiliki kelebihan terutama pada penerima dengan sistem seluler. ISDB-T terdiri dari ISDB-S untuk transmisi melalui kabel dan ISDB-S untuk tranmisi melalui satelit. ISDB-T dapat diaplikasikan pada sistem dengan lebar pita 6,7 MHz dan 8 MHz. Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakainya, di mana mode pertama digunakan untuk aplikasi seluler televisi berdefinisi standar (SDTV), mode kedua sebagai aplikasi penerima seluler dan SDTV atau televisi berdefinisi tinggi (HDTV) beraplikasi tetap, serta mode ketiga yang khusus untuk HDTV atau SDTV bersistem penerima tetap. Semua data modulasi sistem pemancar ISDB-T dapat diatur untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM.

Perubahan frekuensi sistem penyiaran televisi digital dapat diterima menggunakan antena yang disebut televisi terestrial digital (DTT), kabel (TV kabel digital), dan piringan satelit. Alat serupa telepon seluler digunakan terutama untuk menerima frekuensi televisi digital berformat DMB dan DVB-H. Siaran televisi digital juga dapat diterima menggunakan internet berkecepatan tinggi yang dikenal sebagai televisi protokol internet (IPTV). Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital.

Untuk bisa menerima penyiaran TV digital, pesawat penerima televisi analog harus menngunkan tambahan alat yang disebut dengan rangkaian konverter (Set Top Box).

Sistem Penerima TV Digital

Sinyal siaran digital diubah oleh rangkaian konverter menjadi sinyal analog, dengan demikian pengguna pesawat penerima televisi analog tetap bisa menikmati siaran televisi digital. Dengan Perkembangan teknologi ini, secara perlahan-lahan TV analog akan beralih ke teknologi siaran TV digital.

Kirim Artikel ini ke Teman, Via :

Reactions:

Artikel Terkait :

DIEN-ELCOM - All Rights Reserved - Diberdayakan oleh Blogger